Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua dan Bersilaturrahmi

Dari Anas ra. berkata: "Abu Thalhah adalah salah seorang sahabat Anshar yang paling kaya dengan pohon korma di Madinah. Harta kekayaan yang paling disukainya adalah kebun Bairuha' yang dekat dengan masjid. Rasulullah saw. sering masuk kebun itu dan minum air bersih yang berada di dalamnya. Ketika turun ayat yang berbunyi: Lan tanaalul-birra hattaa tunfiquu mimmaa tuhibbuun (Kamu sekalian sekali-kali tidak sampai pada kebajikan yang sempurna sebelum kamu sekalian mendermakan sebagian harta yang kamu cintai), maka Abu Thalhah datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah Yang Maha Pemberkah lagi Maha Tinggi berfirman: Lan tanaalul-birra hattaa tunfiquu mimmaa tuhibbuun, dan sesungguhnya harta yang paling saya cintai adalah kebun Bairuha' maka kebun itu saya sedekahkan karena Allah Ta'ala dengan harapan bisa menjadi kebajikan dan simpanan di sisi Allah Ta'ala, maka pergunakanlah wahai Rasulullah sesuai dengan petunjuk Allah kepada tuan". Rasulullah saw. bersabda: "Bagus, itu adalah harta yang beruntung. Itu adalah harta yang beruntung. Saya telah mendengar apa yang kamu katakan, dan saya berpendapat bahwa kebun itu akan saya bagikan kepada sanak kerabat". Maka Abu Thalhah berkata: "Wahai Rasulullah, saya akan melaksanakan petunjuk tuan". Kemudian Abu Thalhah membagi-bagikan kebun itu untuk sanak kerabat dan saudara-saudara sepupunya". (Riwayat Bukhari dan Muslim).

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Renungkanlah : Betapa Bodohnya Kita Jalani Hidup Ini, Jika SMS Masuk Kita Cepat baca Dan Balas, Kenapa Pada Waktu Masuk Sholat Kita Tidak Cepat Laksanakan, Isi Ulang Pulsa Rp.5000-100.000 Kita Sanggup, Tapi Kenapa Sedekah Rp.100-10.000 Terasa Berat, Waktu Mandi Macam2 Lagu Dinyanyikan, Tapi Kenapa Waktu Makan Bismilahpun Kita Lupa, Bila Pulsa Habis Susah Payah Kita Tebus, Kenapa Kita Tidak Tebus Dosa-Dosa Yg Telah Kita Lakukan ?

Gabung yuk di Facebook

Template by:
Free Blog Templates